Jan 30, 2015

#Day1 Dear Fifi.

Untuk memulai #30HariMenulisSuratCinta yang diadakan oleh Pos Cinta, aku bakal nulis surat untuk Noor Aisyiyah Firdaus yang baru aja pulang ke Bojonegoro setelah menginap dua hari di rumahku.

Oh iya, tukang pos aku tahun ini kak Ika! Semoga nggak ada bosen-bosennya yah buat nganterin suratku sampai ke tujuan. Hihihi

Dear Fifi, terimakasih sudah mau menginap (lagi) di rumahku yang sedikit berantakan.
Jangan kapok untuk main lagi. Oh iya, jangan lupain juga ya acara banjir selutut, kehujanan, dan motor mogoknya. Emang nggak ada di jadwal sih. Tapi seru kan? Lebih seru dari naik gunung kan? Hahaha

Aku tak akan lupa soal suara dengkurmu yang membuatku tertawa semalam. 
Semoga kamu punya banyak keberanian untuk scrapbook yang kita kerjain bareng yah.
Hati-hati dijalan.
I miss you, already.


Jan 17, 2015

Day 6: What If.


Ada banyak sekali pertanyaan dalam benakku. Beberapa ingin segera ku usir pergi agar tak membuatku khawatir berlebihan. Insecure, katanya. Dengan berbagai pertanyaan yang ada, semua berawal dari “What If...”. Ah, sial. Aku benci saat otakku mulai bercabang. Memikirkan hal yang seharusnya tak perlu dipikirkan. Ini menyebalkan.

Bagaimana jika... Bagaimana jika... Bagaimana jika...

Jan 16, 2015

Day 5: Words



Maaf jika aku langsung menulis di hari kelima. Aku tak tahu apa yang harus ku tuliskan di hari ketiga dan keempat. Tak banyak yang kulakukan dua hari terakhir. Aku banyak menghabiskan waktu di tempat tidur. Yap, tubuh ini menolak untuk meninggalkan tempat nyaman itu. Aku berhenti mendengarkan lagu-lagu sedih melankolis seperti biasa. Bahkan aku tak mendengarkan lagu satupun.  Ah, bagaimana jika posting kali ini memiliki topik? Sama seperti judulnya, aku akan menulis tentang “Perkataan”. Atau kau boleh menganggapnya sebagai “Kata-kata”. 
Anything you wish, happy reading! :)

Jan 13, 2015

Day 2: Ronan.



“I remember you dancing before bed times,
And jumping on me,
Waking me up.”

Sayang, bagaimana harimu? Semoga tak terlalu basah sepertiku yang terus menerus ditemani gerimis. Hari ini langit tak berhenti menangis. Padahal aku sungguh ingin melihat indahnya mentari. Mungkin langit sedang patah hati. Atau mungkin langit sedang tak ingin bertemu matahari. Mungkin mereka sedang berselisih paham. Well, terlalu banyak kemungkinan.