Feb 4, 2015

#Day6 For The First Time in Forever

Halo, perkenalkan. 
Aku Luna, seorang pisces yang selalu percaya filosofi bahwa zodiak pisces adalah zodiak yang paling mudah untuk berpindah dari satu sungai ke laut yang lain, dari satu laut ke samudra yang lain. Konyol memang. Hahaha. Tetapi ini bukan semata-mata tentang zodiak. Ini tentang pertemuan yang selalu aku ingat.

Well, hidupku nomaden. Sejak kecil dititipkan sana sini karna orang tua sibuk untuk bekerja. Bukan hanya dititipkan di tetangga sebelah, melainkan sampai ke kota nenek kakek di kampung halaman. Sebagai catatan akademik, kurang lebih begini rinciannya:
1. TK 10 November Surabaya
2. TK Kartika Malang
3. TK Pertiwi Bojonegoro
4. SDN Pucang III Sidoarjo
5. SDN Wadungasih I Sidoarjo
6. SMPN 1 Bojonegoro
7. SMAN 4 Bojonegoro
8. SMAN 2 Sidoarjo
Dan sekarang lagi kuliah di Universitas Jember. 

Gimana? Udah bingung nih kenapa bisa segitu banyaknya? Hahahaha. I never thought that would be my life story. I'm not normal, but that's okay. I'm literally in love with my nomaden-kind-of life.

Feb 3, 2015

#Day5 Silahkan masuk, Tamu.

Halo, Tamu. 
Selamat datang.
Anggap saja rumah sendiri.

Karna yang datang akan selalu memiliki kesempatan untuk pergi. Begitulah seorang tamu. Ia boleh saja main setiap hari kerumahmu. Menciptakan kenangan yang tiba-tiba menjadi perasaan lain yang lebih dari sekedar tamu. Akan tetapi ia juga bisa pergi semudah ia datang. Bagaimana? Sudah siap menerima tamu?

Banyak sekali tamu yang akan mampir ke rumah kita. Tamu mana yang paling kau suka?

Ada tamu yang belum kamu kenal. Entah dia adalah tamu yang baik atau buruk. Bisa saja dia membawa oleh-oleh atau malah membawa duka untuk rumahmu. Kita tak kan tahu. Ia sungguh misterius. 

Ada yang selalu datang disaat mereka butuh kita. Well, mungkin banyak sekali tamu seperti ini. Tak apa. Tak ada yang salah. Bersyukurlah karna masih ada yang membutuhkanmu. Mungkin itu cara mereka mengingat kita. Cara mereka mengandalkan kita. Ya, mungkin begitu.

Ada tamu yang akan membuat rumahmu berantakan. Entah dengan meninggalkan beberapa luka atau hanya membuatmu menangis seketika. Mungkin tamu model seperti ini akan menjadi tamu yang tidak kita harapkan. Seakan-akan kita tahu akan pisau yang ia bawa dibalik buah tangan semanis coklat. Seakan-akan kita sudah tahu pasti bahwa tamu ini tidak menyenangkan. 

Dan nanti, entah kapan. Ada tamu yang membuatmu merasa nyaman. Kamu akan mencintai tamu tersebut hingga tak ingin melewatkan satu detik pun tanpa kehadirannya. Bahagia? Bisa saja. Ini tamu favorit sepanjang masa. Tamu yang akan tinggal dan tak kan pernah pergi. Tamu yang akan terus menghabiskan hari-hari bersamamu.

Tetapi ingatlah selalu. Bahwa di dunia ini tak ada yang selamanya. Ketika ada yang datang, yang lainnya juga bisa pergi. Jangan terlalu mencintai seorang tamu. Karna kita tak kan tahu kapan ia berlalu. Karna kita tak kan tahu kapan semuanya mejadi kenangan berbalut rindu.

Selamat tinggal, Tamu.
Semoga harimu menyenangkan. Mampirlah lagi jika sempat.

Feb 1, 2015

#Day3 LDR-ers!

Hai, LDR-ers! Apa kabar? Ah, pasti masih menyimpan banyak stok rindu untuk pertemuan selanjutnya yah? Aku pun.

Long Distance Relationship. Well, hampir dua tahun aku menjalani LDR. Menetapkan hatimu yang jauh sebagai rumah untuk pulang. Menunggumu di ruang tamu seperti biasa. LDR memang tidak mudah. Harus menjaga komunikasi agar tidak sering salah paham, mengatur jadwal pertemuan, saling percaya, mengurangi jatah stalking biar ujung-ujungnya nggak insecure. Hehehe. LDR juga banyak godaannya. Disaat yang lain bisa ketemu pacarnya tiap hari, aku dan kamu masih harus bersabar menunggu hari libur.

Sebenarnya surat ini kutulis untuk semua yang memiliki perasaan sama denganku, yang sama-sama berjuang melawan jarak demi cinta yang mereka tuju. Semoga surat ini bisa mewakili perasaan hati yang merindu.

Untuk kamu yang sedang berjarak, tetaplah percaya pada pasanganmu. Curiga dan insecure boleh saja. Tapi jangan sampai berlebihan. Jangan sampai over protektif lalu posesif. Ingat, yang kamu genggam terlalu kuat akan mudah lepas. Berikanlah ruang untuk kegiatan pribadi.

Untuk kamu yang merindu, bersabarlah. Sayang, kita akan bertemu secepatnya. Tahan dulu rindumu. Kumpulkan satu demi satu. Nanti kita urai bersama sambil meneguk Cappucino favorit kita? Hmm? Apa yang biasa kau lakukan saat merindu? Aku sering mengulang beberapa voice note darimu. Membuka alum foto dengan semua ekspresi wajahmu. Hahaha, beberapa pose alay kita yang sering kita kutuk tetapi tak pernah dihapus. Pergi ke tempat-tempat yang biasanya kita datangi berdua. Bagiku itu cukup mengobati rinduku. Meskipun tidak tuntas sepenuhnya. Ah, sial. Aku lupa satu hal. Aku meyakini bahwa rindu adalah perasaan yang tak terbatas. Pernah suatu ketika aku bertemu denganmu, menghabiskan waktu seharian, keesokannya aku merindukanmu lagi. Begitu.

Sayang, sampai bertemu lagi. Rindu ini masih milikmu.

Jan 31, 2015

#Day2 Scorpio.

Hai, Scorpio! Hari ini aku membuka foto-foto lama dan kenangan tentang kita muncul lagi. Aku merindukanmu. Bagaimana denganmu?

Aku ingat bagaimana pertama kali kita beretemu. Aku tertawa saat melihatmu untuk pertama kalinya. Bagaimana tidak? Kita berada di satu SMP yang sama, tetapi tak pernah saling menyapa. Dibenakku ada sedikit penyesalan layaknya lagu Sheila On 7 “Mengapa baru sekarang kita dipertemukan?” But I’m really glad to meet you, Scorpio. Terkadang aku berandai-andai bagaimana gambaran pertama diriku di pikiranmu.

Entahlah. Rindu ini menyiksa. Aku tak lagi tahu apa yang harus ku tulis. Ada senyum simpul setiap kali aku mendengar voice note darimu yang masih kusimpan. Maaf jika surat ini terlalu singkat padahal sebenarnya banyak yang ingin ku kutarakan.

Semoga kita lekas bertemu, mengurai rindu.

I love you, Scorpio.

Jan 30, 2015

#Day1 Dear Fifi.

Untuk memulai #30HariMenulisSuratCinta yang diadakan oleh Pos Cinta, aku bakal nulis surat untuk Noor Aisyiyah Firdaus yang baru aja pulang ke Bojonegoro setelah menginap dua hari di rumahku.

Oh iya, tukang pos aku tahun ini kak Ika! Semoga nggak ada bosen-bosennya yah buat nganterin suratku sampai ke tujuan. Hihihi

Dear Fifi, terimakasih sudah mau menginap (lagi) di rumahku yang sedikit berantakan.
Jangan kapok untuk main lagi. Oh iya, jangan lupain juga ya acara banjir selutut, kehujanan, dan motor mogoknya. Emang nggak ada di jadwal sih. Tapi seru kan? Lebih seru dari naik gunung kan? Hahaha

Aku tak akan lupa soal suara dengkurmu yang membuatku tertawa semalam. 
Semoga kamu punya banyak keberanian untuk scrapbook yang kita kerjain bareng yah.
Hati-hati dijalan.
I miss you, already.


Jan 17, 2015

Day 6: What If.


Ada banyak sekali pertanyaan dalam benakku. Beberapa ingin segera ku usir pergi agar tak membuatku khawatir berlebihan. Insecure, katanya. Dengan berbagai pertanyaan yang ada, semua berawal dari “What If...”. Ah, sial. Aku benci saat otakku mulai bercabang. Memikirkan hal yang seharusnya tak perlu dipikirkan. Ini menyebalkan.

Bagaimana jika... Bagaimana jika... Bagaimana jika...

Jan 16, 2015

Day 5: Words



Maaf jika aku langsung menulis di hari kelima. Aku tak tahu apa yang harus ku tuliskan di hari ketiga dan keempat. Tak banyak yang kulakukan dua hari terakhir. Aku banyak menghabiskan waktu di tempat tidur. Yap, tubuh ini menolak untuk meninggalkan tempat nyaman itu. Aku berhenti mendengarkan lagu-lagu sedih melankolis seperti biasa. Bahkan aku tak mendengarkan lagu satupun.  Ah, bagaimana jika posting kali ini memiliki topik? Sama seperti judulnya, aku akan menulis tentang “Perkataan”. Atau kau boleh menganggapnya sebagai “Kata-kata”. 
Anything you wish, happy reading! :)

Jan 13, 2015

Day 2: Ronan.



“I remember you dancing before bed times,
And jumping on me,
Waking me up.”

Sayang, bagaimana harimu? Semoga tak terlalu basah sepertiku yang terus menerus ditemani gerimis. Hari ini langit tak berhenti menangis. Padahal aku sungguh ingin melihat indahnya mentari. Mungkin langit sedang patah hati. Atau mungkin langit sedang tak ingin bertemu matahari. Mungkin mereka sedang berselisih paham. Well, terlalu banyak kemungkinan.

Jan 12, 2015

Day 1: Yellow.


“Look at the stars,
look how they shine for you.
And everything you do.
Yeah, they were all yellow.”

Hari ini aku terus saja mengulang lagu dari Coldplay.  Terdengar sedikit melankolis memang. Begitulah yang ku anggap indah. Pun menenangkan.

Aku tak ingin menuliskan banyak hal dalam posting kali ini. Ini adalah posting pembuka untuk enam hari kedepan. Mungkin berisi tentang apa yang ku lakukan seharian. Atau hanya beberapa kata tanpa makna yang terbaca rancu bagi sebagian orang yang membacanya. Tapi lihatlah lebih jeli lagi. Terkadang yang terlihat di luar belum tentu makna sebenarnya. Sama seperti lagu yang saat ini ku dengarkan. Judulnya Yellow. Kau tahu? Iya, artinya Kuning. Seharusnya menggambarkan tentang kebahagiaan, keindahan, atau mungkin rasa cinta yang berbuna-bunga. Tetapi, sebaliknya. Aku mendapati diriku terhanyut dalam kesedihan birunya lautan. Lautan yang tenang. Tanpa ombak. Mungkin tak cukup tenang untuk melukiskan kesedihannya. Langit tanpa awan yang menandakan kekosongan. Tak ada burung camar yang mengepakkan sayapnya. Semuanya begitu sunyi. Kesepian. Mungkin itu yang ingin disampaikan si vokalis. Tetapi, tetap saja. Itu hanya sudut pandangku. Setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda untuk setiap hal yang dirasakannya. Bagaimana pendapatmu?

“And you know,
For you I’d bleed myself dry.
You know,

I love you so.”

Jan 9, 2015

Hello, 2015!

Hello, 2015!
Sepertinya menuliskan sepatah dua kata untuk awal tahun adalah kebiasaan bagi kami, orang Indonesia. Banyak yang menuliskan resolusi-resolusi baru. Padahal sebenarnya itu adalah resolusi tahun sebelumnya yang beum terwujud. Hahaha. I also did that last year. Tapi, tahun 2015 ini beda. Bukan hanya perubahan dari angka empat menjadi angka lima. Aku pribadi merasa tahun 2015 adalah lembaran baru untuk menaruh harapan-harapan baru agar hidupku yang melankolis bisa berubah menjadi lebih romantis. Seperti sekarang, ada laki-laki yang menanyakan apa yang kutulis. Suaranya yang sedikit mengantuk membuatku memvisualisasikan dia sedang terbaring di ranjang asramanya dengan mata tertutup. Whoops, it’s enough. It’s not all about him anyway. Hahaha

Nov 3, 2014

Homesick.


Homesick.

Krik Krik.. Krik Krik..
Begitulah bunyi jangkrik yang kudengarkan malam ini. Aku mengenakan piyama warna merah jambu dan sesekali menaikkan kacamataku. Entah apa yang akan kutulis malam ini. Mungkin beberapa kata pengantar tidur.

Jun 18, 2014

Stay or Move.


Dalam suatu hubungan pasti kalian akan berada diantara dua pilihan sulit.
Entah itu tentang tetap tinggal atau mulai pergi meninggalkan.
Which one do you choose? :)
READ MORE! <3

Apr 28, 2014

LDR.

Siapa yang lagi suka berhubungan dengan jarak? Mungkin sudah tidak asing dengan LDR.
Menurut kalian LDR tuh hubungan yang pantas diperjuangin nggak sih?
Atau malah ada yang cuma coba-coba tanpa tahu harus bagaimana menjalaninya?
READ MORE! <3

Apr 9, 2014

Boots Addict.







Hello! This boots are really made up my day.
I'm sorry for some quirk poses. I'm not really good with chairs. Hahaha
Just wanna give ya something different. Hope you guys like it <3
My favorite boots so far from @cillaherlios2nd ^^

Apr 8, 2014

I'm Waiting.

Ini adalah tempat biasa aku menunggumu. Duduk di taman seorang diri tak peduli cuaca yang silih berganti. Aku menunggu. Entah untuk siapa, entah untuk apa.  Ah, aku teringat dia. Dia yang selalu datang untuk menyapaku dan memelukku ketika bertemu. Dia akan bercerita tentang harinya. Dan aku hanya mendengarkan dalam diam. Aku menyukai dan menikmati setiap ceritanya. Mungkin, dialah yang kutunggu.

Aku tak memiliki alasan mengapa harus tetap menunggu. Bagiku, mengapa kita butuh alasan jika kita mau melakukannya? Cinta? Bisa saja. Tetapi aku lebih suka menyebutnya dengan; setia.

Banyak yang menyuruhku untuk melupakannya dan berhenti menunggu. Tidak. Aku tak gentar. Aku tetap saja duduk manis menunggu kembalinya. Kesetiaan diukur berdasarkan seberapa besar kamu ingin berjuang untuk tetap menunggunya. Tak peduli seberapa lama. Tak peduli seberapa lelahnya dirimu. Tak peduli harus dengan bagaimana caramu menghabiskan waktu. Tak usah terlalu banyak berasumsi bahwa menunggu takkan ada hasilnya. Tentu saja ada! Selama ada harapan, hati ini memantapkan niat untuk menunggumu datang.

Maaf jika tulisanku ini sedikit berantakan. Mungkin begitulah keadaanmu saat menunggu dia yang tak kunjung datang. Aku yakin, cepat atau lambat dia pasti muncul untuk kembali memelukku hangat. Aku hanya perlu menunggu.

Untuk kamu yang merasa bahwa keberadaanmu sangat dinantikan oleh seseorang, perjuangkanlah mereka. Karna kamu takkan tahu kapan mereka akan pergi dan takkan kembali lagi. Karna kamu takkan tahu kapan mereka akan berhenti menunggu. Jangan biarkan mereka menunggu hanya karna kamu tahu bahwa mereka akan munggu. Rancu? Bagi yang menunggu, kalimat tersebut cukup padu.

Begitulah kesetiaan seharusnya. Tak perlu diminta untuk menunggu.
Begitulah rindu seharusnya. Tak perlu diminta untuk meragu.

Apr 3, 2014

Sweet Boots.









Ini dia. Fotografer profesional saya. The one and only, Mayo. Big Thanks! <3
 Halo! Gimme shout out for my sweet boots up there! <3
Jadi, itu sepatu aku dapetin secara gratis. Gratis? Kok bisa?
Ceritanya tuh aku menang #2KGiveaway dari @cillahelios2nd yang ternyata adalah Dokter Sepatu. Yang punya namanya Kak Vellaria. Kakak yang satu ini ramah banget kalo kita konsultasi tentang sepatu lho girls. Gak percaya? Order dong disini! :3
Oh iya, untuk properti, aku bawa novel "Dear You" karangan Moammar Emka lho. Itu novel bagus banget lho untuk jadi kitab puitis. Hihihi.
Semoga Outfit Post kali ini bisa jadi referensi untuk yang cari mix and match boots yah. Khususnya buat yang berhijab. Jangan bingung "gimana cara pake boots biar kece tapi tetep berhijab" yaaah!
Untuk next post, mungkin masih tentang Outfit Post!
See ya!
xoxo

Mar 13, 2014

PINK!






Niko - Adit - Silvy - Luna - Lora - Kresno - Yuan





Voila!
Jadi ini posting kedua aku setelah posting Brand New Look tentang outfit post.
Well, foto-foto diatas tuh diambil waktu pemotretan buku tahunan.
Soal outfit aku sendiri, gatau kenapa aku lagi suka pink akhir-akhir ini.
Jadi waktu mau foto buku tahunan, buru-buru deh cari sesuatu yang pink.
FYI, kelas aku pakek tema "Executive Muda". Jadi pada pakek ala-ala bos sukses gitu deh.
xoxo,
Luna.

Mar 5, 2014

Cantik itu Sakit.

Cantik itu sakit. Begitu yang sering kudengar. Klinik kecantikan dimana-mana layaknya jajanan pasar. Menurut pengamatanku, udah mulai banyak anak SMA yang memulai perawatan. Tapi apa kalian yakin perawatan itu aman buat kalian? Emang gimana sih perawatan yang aman buat anak SMA? Check this out :)

1. Bukan kayak zebra. Maksudnya zebra disini adalah 'belang'. Tau sendiri kan belang yang dimaksud kayak gimana? Hehehe. Sering banget kan kalian nemuin cewek yang mukanya dan leher nggak sinkron. Ato muka sama lehernya sinkron, tapi sama punggung tangan beda? Hehehe. Menurut aku, ini bukan perawatan yang salah. Cuma ya.. Kurang tepat aja buat anak SMA. Kata temen aku yang pernah facial di salah satu klinik kecantikan ternama, mbak yang kerja disitu malah bilang "Perawatan tuh yah disitu praktisnya.". Halo? Praktis? Biar langsung keliatan putih gitu? Hehehe.

2. Bukan kayak kepiting. Lun? Tadi zebra? Sekarang kepiting? Maksud kamu apa? Jadi gini, kepiting tuh warnanya merah. Menurut yang pernah aku liat di sekitar, ada tuh beberapa cewek yang wajahnya merah banget. Entah gara-gara kena panas, ato apa. Tapi ya.. Merah aja gitu. Aneh gak sih? Menurut aku sih aneh. Aku emang bukan ahli kulit. Tapi kalo aku jadi kulit, aku pasti bakal bilang "Udah mateng nih gue. Jangan ditambahin cream lagi, ye." Hahaha.

3. Bukan kayak mayat hidup. Oke, ini agak serem. Gimana gak serem coba kalo liat ada cewek yang super pucat gitu wajahnya. Asli. Mirip zombie gitu. Oke, kalimat sebelum ini serem. Pokoknya yang putihnya sampe pucet banget tuh bener-bener nggak banget deh. Masa iya sih kulit anak remaja yang masih bisa tumbuh dan berkembang dengan baik harus pucat pasi kayak anemia akut gitu? Pikir ulang ya kalo udah kayak gini.

Lun, kok kayaknya kamu gak suka sih sama orang yang perawatan?
Kamu sendiri perawatan gak sih?

Well, aku bukannya gak suka sama orang yang perawatan. Aku cuma kasihan sama kulit wajah yang udah tipis gara-gara cream pagi-siang-sore-malem yang harus dipake rutin. Lagian nih ya, cantik gak harus perawatan kok. Tapi, menurut pengalaman aku gak ada yang bakal cantik kalo gak dirawat.
Aku? Perawatan? Iya kok. Cuma ya gak sampe mirip zebra ato kepiting sih. Aku pakek sabun muka sama sunblock. Udah. Perwatan kan?

Lun? Daritadi ngomong doang sih. Emang kamu punya solusi gitu?

Solusi? Solusi buat cantik? Solusi buat cantik sih gak ada. Adanya solusi untuk merawat wajah agar tidak menjadi lebih buruk.Hehehe. Nih:
1. Banyak minum air putih. Kenapa kok air putih? Karena menurut yang aku baca di internet, air putih berperan besar untuk kulit. Katanya, dengan meminum banyak air putih, kulit kita bakalan gak gampang keriput lho :D Poin nomer satu ini wajib dicoba! Air putih juga bagus untuk ginjal kita, girls. Jadi kalo kulit kita keriput gara-gara usia yang emang semakin tua, seenggaknya kita punya ginjal yang sehat. Gak ada ruginya kan? :)

2. Pergi ke dokter, bukan ke klinik. Buat kalian yang emang pengen banget perawatan, untuk wajah khususnya. Jangan deh ya pergi ke klinik gitu. Lebih baik kalian pergi ke dokter kecantikan atau dokter kulit. Kenapa? Karena dokter kulit lebih tau karakteristik  kulit kalian seperti apa. Entah itu kering, lembab, berminyak, dll. Nanti creamnya juga bakal menyesuaikan untuk kalian. Nah, kalo di klinik? Kebanyakan tuh kulit kalian yang menyesuaikan ke cream yang dijual disana. Takutnya apa? Takutnya kulit kalian yang kering bakal jadi makin kering kalo cream yang kalian dapet ternyata untuk mengurangi kadar minyak di wajah, atau sebaliknya. Jadi gak karuan kan? Pfffth. Jangan lupa juga. Pergi ke dokter kecantikan harus sama orang tua yah. Kalian yang masih SMA kan juga gak mungkin punya duit banyak buat perawatan yang bener kan :))

3. Jatuh cinta sama sayur dan buah-buahan. Ada dari kalian yang gak suka sama sayur ato buah? Pikirin lagi ya tentang kesehatan tubuh yang butuh serat. Hehehe. Bukan untuk kecantikan juga, tapi bagus untuk pencernaan kan? Malah ada temen aku yang bilang gini: "Teteh Bandung pada cantik semua karna dari kecil makannya sayur mulu.". Pada sadar kan cewek Bandung cantiknya kayak gimana? Setau aku mereka juga punya kulit yang bagus kok meskipun gak perawatan berlebih. Hehehe.

4. Olah raga. Ini yang paling berat sih ya dari ketiga poin diatas. Secara kita semua hidup di jaman yang serba sibuk dan nggak ada waktu buat olahraga. Tapi saran aku, olahraga disekolah yang cuma sekali seminggu tuh dimanfaatin bener-bener. Seenggaknya tubuh kalian harus berkeringat lah.

5. Rajin cuci muka. Tiap kali kalian beraktifitas diluar ruangan, pasti ada debu yang nempel dimuka. Nah, kalian harus rajin cuci muka pakek sabun muka yang bener yah. Ini membantu agar pori-pori wajah tidak tersumbat kotoran. Tau nggak sih kotoran yang menyumbat bakal jadi apa? JERAWAT! Pada nggak mau kan wajahnya cenut-cenut karna jerawat? Yuk mari rajin cuci muka.

6. Be Happy! Kalo kamu bahagia, pasti terpancar di wajah kok. Coba deh banyak-banyakin ikhlas dan tersenyum lepas. Itu adalah riasan make up alami untuk cewek-cewek yang pengen cantik dari hati. Hehehe.

Yak, itulah beberapa solusi yang bisa saya tawarkan. Balik lagi ke prinsip "Cantik itu relatif'". Jadi jangan selalu maksain diri buat perawatan ini itu yah, girls. Semoga solusi diatas bisa membantu kalian.
Kritik dan saran? Silahkan tulis di kotak komentar dibawah ini!

Much love, Luna<3

Feb 11, 2014

Crying Or Lying.

Menangis. Begitulah caraku mengekspresikan beberapa hal yang sama sekali tak bisa ku jelaskan dengan kata-kata. Kenapa kita menangis? Bagiku, itulah cara hati menyampaikan ada bagian yang terluka. Perih, begitu katanya. Adakah hal yang lebih melegakan dari menangis? Ada, mungkin beberapa orang akan memerlukan pelukan untuk menenangkan. Sebagian akan mencari bahu untuk sekedar bersandar. Tetapi ada pula yang akan menyimpan tangisannya untuk dirinya sendiri. Mengapa demikian? Karena banyak yang tidak ingin terlihat lemah hanya karena menangis.

Laki-laki yang menangis? Pernahkah kalian melihatnya? Mungkin pernah, tetapi sangat jarang. Di dunia ini perempuanlah yang memiliki label sebagai yang 'peka', bukan laki-laki. Tapi ketahuilah satu hal, ketika laki-laki sudah meneteskan air matanya, itu berarti hal tersebut sudah sangat menyakitinya. Berbeda dengan perempuan. Mereka sering kali terbawa suasana lalu tanpa sadar meneteskan air matanya. Sia-siakah? Mungkin iya, jika air matanya terbuang percuma untuk orang yang hanya bisa menyakitinya. Sering kali perempuan berkata "Aku tidak apa-apa." saat menangis. Hai para lelaki, sediakanlah bahu sebagai tempatnya bersandar. Tak perlu bertanya ini itu, cukup dekap dia disisimu.

Aku tidak apa-apa. Benarkah demikian? Sebenarnya itu adalah pertanyaan yang selalu ku lontarkan untuk diriku sendiri. Benarkah dengan pipi yang basah ini aku tak apa? Benarkah dengan pundak yang cukup berguncang ini aku baik-baik saja? Benarkah dengan rasa sesak di dada ini aku tidak apa-apa? Maaf, perempuan sepertiku ini selalu mengucap kebohongan kecil yang sebenarnya perlu diperbesar. Tak ada yang baik-baik saja ketika seorang perempuan menangis. Coba lihat saja mata lebam yang dia buat. Coba dengar isak tangis yang menyedihkan. Tak ada yang baik-baik saja.

Kebiasaan terburuk yang sampai saat ini masih ku lakukan adalah gengsi untuk mengakui bahwa aku tidak baik-baik saja. Entahlah. Entah kenapa begitu susah untuk mengakui bahwa hati ini sudah cukup perih dirasa. Sudah cukup banyak menyimpan sayatan luka.

And in the end, girls will end up with
"I'm Fine." instead of "I'm broken inside."
—Luna Aisyah.

Feb 9, 2014

Gebetan VS Mantan

Masa lalu.
Begitulah kita menyebut waktu saat kita bersama orang yang sudah berlalu.
Terkadang, kenangannya sering kali muncul untuk membuat rindu. 
Sesekali membawa ingatan manis tentang apa yang sudah pergi. 
Masa lalu adalah masa dimana seharusnya kenangan bisa dikenang tanpa harus diharapkan kembali. 
Salah satu hal yang menjadi persoalan anak muda jaman sekarang adalah adanya mantan di masa lalu yang mencoba tetap hadir dalam pikiran yang baru. Biasanya disebut dengan 'Gagal Move On'.
Bagi saya, gagal move on bukan soal melupakan. Tapi lebih kepada merelakan yang sudah berlalu. Mengikhlaskan kepergiannya dengan semua luka yang tercipta. Merapikan kepingan hati yang mungkin berantakan. Menyembuhkan hati agar siap dihuni oleh yang lebih baik.

Lalu apa definisi 'Mantan'?
Mantan adalah seseorang yang pernah singgah di hati kita. Bukan soal lama atau tidaknya. 
Melainkan seberapa berkesannya kehadiran seorang mantan yang akan membekas di ruang hati kita masing-masing.

Mantan bukanlah yang seharusnya kita lupakan. 
Tapi bukan berarti kita harus mengingatnya setiap hari. Jangan. Jangan sampai begitu. Yang ada nanti malah terjebak nostalgia, lalu tersesat dan tak menemukan jalan pulang. Hahaha Maaf, ini lucu. Aku sendiri bahkan tak tahu kenapa topik mantan ini menggelitik perutku.
Well, mantan tetaplah mantan. 
Bukan yang harus tetap diharapkan.
 Bukan yang harus tetap dikenang. 
Melainkan direlakan.

Masa Kini.
Ini adalah masa yang kita jalani saat ini. Saat segalanya belum pasti dan tempat dimana kita mengukir kenagan baru untuk dikenang dikemudian hari.
Jika sudah berada di masa ini, tolong jangan terlalu sering melihat kebelakang; tempat dimana seharusnya kita ingat adalah yang saat ini ada bersama kita. Bukan yang telah berlalu begitu saja.

Ketika kita menemukan cinta yang baru di masa kini, sebut saja 'Gebetan'. Gebetan adalah calon pacar yang belum terealisasikan. Biasanya jika sudah dianggap sebagai 'gebetan' pasti memiliki harapan untuk bisa meresmikan suatu hubungan. 
Gebetan bukanlah orang yang ingin dibanding-bandingkan dengan mantan. 
Gebetan bukanlah orang yang ingin disamakan dengan yang sudah pergi entah kemana. 
Gebetan adalah seseorang yang entah akan membantumu merapikan hati atau malah akan memporak-porandakannya kembali.

Gebetan Vs Mantan
Ah, ini topik yang menarik. Berhubungan dengan masa lalu dan masa kini. Anggap saja sebagai siklus, kadang kita harus kembali ke tahap awal untuk memulai sesuatu yang baru. Terkadang kita juga harus melihat kebelakang untuk sekedar menghindari lubang yang sama. Tapi ketahuilah, jangan pernah menyatukan masa lalu dan masa kini sekaligus.
Masa lalu adalah yang membuatmu seperti saat ini.
Masa kini adalah yang menentukanmu di masa mendatang.
Gebetan? Jangan sesekali disamakan dengan Mantan. Jelas saja berbeda. Mana ada yang mau dibandingkan dengan yang sudah berlalu? Tak ada, bukan? :)
Mantan? Jangan selalu diungkit didepan Gebetan. Jelas saja menyakitkan. Mana ada yang mau mendengar masa lalu yang seharusnya tak ada di masa ini, ataupun masa mendatang? Tak ada, bukan? :)
Sederhana. Tetapi masih saja banyak yang menyatukan Gebetan dengan Mantan dalam waktu yang bersamaan. Trust me, it will never works.

Mantan seharusnya disimpan saja dengan rapi. Sesekali dibuka untuk mengingatkan kita tentang hal buruk dan hal baik yang bisa kita pelajari. Jangan terlalu sering mengungkitnya. Nanti jadi mendadak flashback dan tak akan bisa menjadi pribadi yang lebih baik.

Gebetan seharusnya diperlakukan sebagai acuan di masa yang akan mendatang. Diperlakukan sebaik-baiknya siapa tahu dialah satu-satunya. Jangan sampai dia terluka hanya karena masa lalu yang dibawa masuk begitu saja.

Gebetan VS Mantan
Tak ada yang menang. 
Semua memiliki masa sendiri.
Semua memiliki arti tersendiri.
Jangan dibandingkan. Jangan disamakan.
Biarkan saja pada porsinya masing-masing.
:)