Jan 13, 2015

Day 2: Ronan.



I remember you dancing before bed times,
And jumping on me,
Waking me up.”

Sayang, bagaimana harimu? Semoga tak terlalu basah sepertiku yang terus menerus ditemani gerimis. Hari ini langit tak berhenti menangis. Padahal aku sungguh ingin melihat indahnya mentari. Mungkin langit sedang patah hati. Atau mungkin langit sedang tak ingin bertemu matahari. Mungkin mereka sedang berselisih paham. Well, terlalu banyak kemungkinan.

Jan 12, 2015

Day 1: Yellow.


“Look at the stars,
look how they shine for you.
And everything you do.
Yeah, they were all yellow.”

Hari ini aku terus saja mengulang lagu dari Coldplay.  Terdengar sedikit melankolis memang. Begitulah yang ku anggap indah. Pun menenangkan.

Aku tak ingin menuliskan banyak hal dalam posting kali ini. Ini adalah posting pembuka untuk enam hari kedepan. Mungkin berisi tentang apa yang ku lakukan seharian. Atau hanya beberapa kata tanpa makna yang terbaca rancu bagi sebagian orang yang membacanya. Tapi lihatlah lebih jeli lagi. Terkadang yang terlihat di luar belum tentu makna sebenarnya. Sama seperti lagu yang saat ini ku dengarkan. Judulnya Yellow. Kau tahu? Iya, artinya Kuning. Seharusnya menggambarkan tentang kebahagiaan, keindahan, atau mungkin rasa cinta yang berbuna-bunga. Tetapi, sebaliknya. Aku mendapati diriku terhanyut dalam kesedihan birunya lautan. Lautan yang tenang. Tanpa ombak. Mungkin tak cukup tenang untuk melukiskan kesedihannya. Langit tanpa awan yang menandakan kekosongan. Tak ada burung camar yang mengepakkan sayapnya. Semuanya begitu sunyi. Kesepian. Mungkin itu yang ingin disampaikan si vokalis. Tetapi, tetap saja. Itu hanya sudut pandangku. Setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda untuk setiap hal yang dirasakannya. Bagaimana pendapatmu?

“And you know,
For you I’d bleed myself dry.
You know,

I love you so.”

Jan 9, 2015

Hello, 2015!

Hello, 2015!
Sepertinya menuliskan sepatah dua kata untuk awal tahun adalah kebiasaan bagi kami, orang Indonesia. Banyak yang menuliskan resolusi-resolusi baru. Padahal sebenarnya itu adalah resolusi tahun sebelumnya yang beum terwujud. Hahaha. I also did that last year. Tapi, tahun 2015 ini beda. Bukan hanya perubahan dari angka empat menjadi angka lima. Aku pribadi merasa tahun 2015 adalah lembaran baru untuk menaruh harapan-harapan baru agar hidupku yang melankolis bisa berubah menjadi lebih romantis. Seperti sekarang, ada laki-laki yang menanyakan apa yang kutulis. Suaranya yang sedikit mengantuk membuatku memvisualisasikan dia sedang terbaring di ranjang asramanya dengan mata tertutup. Whoops, it’s enough. It’s not all about him anyway. Hahaha

Nov 3, 2014

Homesick.


Homesick.

Krik Krik.. Krik Krik..
Begitulah bunyi jangkrik yang kudengarkan malam ini. Aku mengenakan piyama warna merah jambu dan sesekali menaikkan kacamataku. Entah apa yang akan kutulis malam ini. Mungkin beberapa kata pengantar tidur.